whatsapp image 2026 06 02 at 12.01.40
Argael Research — Metodologi & Riset

Dari Kebun ke Cangkir

HALAMAN

288 Hal

Tahun

2026

ISBN
BAHASA

Indonesia

Informasi Pemesanan

Untuk saat ini, pemesanan buku dapat dilakukan dengan menghubungi tim pemasaran kami secara langsung.

PDF
PRint
Rp. 40.000
Penulis :
Prof. Dr. Ir. Satia Negara Lubis, M.Ec

Harga : Rp. 40.000

Ukuran : 17,6 cm x 25 cm

Kertas Isi : Bookpaper

Sampul : soft doff

Versi E Book : -

ISBN : (sedang dalam pengurusan)

Sinopsis


Dari Kebun ke Cangkir merupakan buku yang membahas kopi Indonesia secara utuh, mulai dari budidaya, pascapanen, pengolahan, nilai tambah, perdagangan, hingga masa depan kopi nasional. Buku ini menempatkan kopi bukan sekadar sebagai komoditas perkebunan, tetapi sebagai bagian dari ekosistem ekonomi, budaya konsumsi, industri kreatif, dan daya saing perdagangan Indonesia.

Melalui pembahasan yang sistematis, buku ini mengulas posisi strategis kopi Arabika dan Robusta dalam perekonomian nasional, termasuk dinamika produksi, luas areal, ekspor, konsumsi domestik, serta perubahan perilaku konsumen kopi modern. Pembaca juga diajak memahami bagaimana proses dari cherry red, green bean, hingga roast bean dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan apabila dikelola dengan teknik pengolahan yang tepat.

Keunggulan buku ini terletak pada kemampuannya menghubungkan aspek teknis pertanian dengan realitas pasar. Pembahasan tidak berhenti pada cara menanam kopi, tetapi juga bergerak menuju isu keberlanjutan, penyuluhan, integrasi usaha tani, pengolahan bubuk kopi Arabika, pemodelan perdagangan kopi dunia, serta peran barista sebagai penghubung akhir antara petani, roaster, pelaku usaha, dan konsumen.

Buku ini layak menjadi referensi bagi mahasiswa, dosen, peneliti, penyuluh pertanian, petani kopi, pelaku UMKM, roaster, barista, eksportir, serta masyarakat umum yang ingin memahami kopi Indonesia secara lebih mendalam. Dengan gaya pembahasan akademik namun tetap aplikatif, Dari Kebun ke Cangkir menghadirkan kopi sebagai perjalanan panjang: dari tanah, kebun, petani, pasar, hingga akhirnya menjadi pengalaman rasa di dalam cangkir.